MEMORI
Kita
memiliki lebih dari satu jenis memori. Masing-masing memori mempunyai mekanisme
penyimpanan informasi yang unik dan terhubung satu sama lainnya. Pengaktifan
satu jenis memori akan memicu memori lainnya.
1. Memori
jangka pendek (immediate memory)
Berguna untuk
menampung informasi yang masuk ke pikiran kita. Untuk menyimpan informasi di
memori ini sangat singkat 15-30 detik. Memori ini hanya berfungsi sebagai
tempat penampungan sementara untuk informasi yang akan di olah. Namun, bila
kita melakukan cukup banyak pengulangan (menggunakan informasi tersebut)
kemungkinan besar informasi ini akan masuk ke memori kerja.
Kapasitas memori
jangka pendek sangat bergantung pada usia. Semakin tinggi usia, semakin besar kapasitas
memori ini.
2. Memori
kerja (working memory)
Memori ini
terletak di lobus frontal, tepat di belakang kening kita. Jenis memori ini
dapat menyimpan informasi selama mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam
dan memberikan kita waktu yang cukup untuk bisa secara sadar memproses,
melakukan refleksi, dan melaksanakan suatu kegiatan berfikir.
Jenis memori ini
yang sering digunakan oleh murid saat melakukan cara belajar SKS atau Sistem Kebut Semalam.
3. Memori
jangka panjang
Memori jangka panjang adalah kemampuan untuk menyimpan
informasi secara permanen untuk rentang waktu mulai dari beberapa bulan, tahun
bahkan sampai seumur hidup.
Berbicara mengenai memori jangka panjang berarti kita
berbicara mengenai peran satu bagian dari sistem limbic atau otak mamalia yaitu
hippocampus. Hippocampus dikenal sebagai pintu-gerbang untuk memproses dan
mengkonsolidasi semua memori kognitif. Hippocampusmenjalankan fungsi unik
sebagai bagian otak yang memberikan “label” pada setiap fakta dan informasi
yang nantinya akan disimpan dimemori jangka panjang kita.
4. Memori
Perantara
Saat informasi dikeluarkan dari memori jangka pendek dan
memori kerja, karena telah selesai diproses dan tidak dibutuhkan lagi, kesannya
adalah kita telah lupa dan informasi telah hilang. Sebenarnya informasi itu
tidak hilang, informasi itu masuk kesuatu tempat penampungan sementara yaitu
memori perantara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi seberapa kuat informasi ini
akan disampaikan di memori jangka panjang yaitu :
1. Elemen
keselamatan hidup.
2. Emosi
3. Arti/
relevansi
4. Masuk
akal
5. Rehearsal
6. Waktu
tidur.
Pengaruh pengalaman masa lalu terhadap memori =>
Pengalaman yang terakumulasi
dari masa lampau hingga masa sekarang ini selalu akan berpengaruh terhadap
proses pembelajaran.apa yang kita ketahui akan berfungsi sebagai sebuah filter
yang akan membantu kita untuk menentukan dan menaruh perhatian padasuatu
informasi atau materi pelajaran yang
memiliki arti bagi diri kita (relevan) dan akan mengabaikan informasi
yang tidak memiliki arti. Oleh sebab itu, arti/relevan sangat berpengaruh dalam
menentukan apakah informasi dan keahlian itu akan dapat dipelajari dan disimpan
di memori jangka panjang.
Rehearsal
Adalah suatu proses yang
berulang dan berkelanjutan. Faktoryang penting yang harus diperhatikan dalam melakukan
dan mengevaluasi rehearsal adalah :
1. Jumlah
waktu yang dialokasikan
2. Jinis
rehearsal yang dilakukan (hafalan/elaborasi)
·
Rehearsal Hafalan
Digunakan bila murid harus
mengingat informasi dan menyimpannya sebagaimana saat informasi itu masuk ke
memori kerja.
·
Rehearsal Elaborasi
Digunakan
kita tidak harus menghafal informasi persis seperti apa adanya tetapi lebih
kepada upaya untuk menghubungkan apa yang sedang dipelajari dengan apa yang
telah diketahui. Strategi efektif untuk melakukan rehearsalelaborasi yaitu :
1.
Kata-kata sendiri
2.
Pilih dan catat
3.
Prediksi
4.
Pertanyaan
5.
Meringkas.
Jenis
Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang terbagi
atas dua bagian yaitu :
1. Memori
non deklaratif atau implisit
Terdiri
:
1.
Memori prosedural
Memori
ini merujuk kepada kemampuan mengingat cara melakukan sesuatu, kemampuan emosi
prosedural membuat kita dapat melakukan lebih dari satu hal secara bersamaan.
Contoh : kita dapat mengendarai mobil sambil berbicara menggunakan telepon.
Kegiatan yang dapa dilakukan untuk melatih
memori prosedural yaitu :
·
Melakukan stretchinng secara
berkelompok
·
Meninjau ulang materi pelajaran sambil
berjalan bersama seoranng partner
·
Sediakan waktu istirahat yang rutin
bagi murid untuk minim air.
·
Melakukan brain gym.
2. Memori
keterampilan motorik
Semua aktivitas yang kita lakukan tanpa kita sadari bahwa
aktivitas tersebut telah mengakses satu memori tertentu di otak yang kita kenal
dengan nama memori keterampilan motorik.
3. Memori
emosional.
Memori ini dipengaruhi oleh emosi kita. Memori emosional
dimulai dari amygdala bagian dari sistem limbic atau otak mamalia yang
manangani emosi. Memori emosional merupakan memori yang paling kuat
pengaruhnya, kita tidak mampu berfikir denngan benar bial emosi sudah terlibat.
Jumlah serabut saraf yang keluar dari sistem limbic menuju ke otak neo cortex
(otak berfikir) jauh lebih banyak dari
arah sebaliknya ini berarti emosi selalu lebih berkuasa dari pada
logika.
Kegiatan
yang dapat melatih memori emosional.
· Melakukab
perayaan bersama
· Menggunakan
musik
· Mengajar
dengan antusias
· Membangkitkan
rasa ingin tahu murid
· Berbagi
kisah sukses
· Meminta
murid melakukan presentasi
· Afirmasi
positif.
4. Memori
otomatis
Memori otomatis ini juga disimpan di otak kecil/cerebellum.
Memori otomatis ini adalah jenis memori yang baru ditemukan dan sering disebut
sebagai “conditioned response memory” atau memori yang terbentuk karena respons
yang tekondisi.
Kegiatan
yang melatih memori otomatis :
· Menggunakan
kartu flash
· Bernyanyi
· Menciptakan
irama
· Menggunakan
musik
· Berepuk
tangan
· Kartu
indeks.
2. Memori
Jangka Panjang Deklaratif
1. Memori
sematik
Jenis memori ini diproses dibagian otak yang disebut
hippocampus. Memori ini biasa juga disebut sebagai memori fakta karena memori
ini menyimpan informasi yang dipelajari dari dat, fakta, kata-kata dan
informasi yang bersifat teknis. Ada 2 cara untuk meningkatkan kinerja memori
sematik yaitu :
1.
Relevansi
Maksudnya
adalah apa guna informasi atau pengetahuan yang sedang dipelajari dalam
kehidupan sehari-hari.
2.
Penciptaan pola
Maksudnya
adalah terbentuknya pola dari informasi yang dipelajari pada kesempatan
terdahulu.
Kegiatan yang dapat melatih memori sematik :
· Akronim/singkatan
(mis : NASA, ASEAN ) akrostik (MEJIKUHIBINIU – warna pelangi)
· Teknik
memori yang menggunakan teknik Mnemonic
· Sistem
kait
· Membuat
jingle lagu
· Menilis
laporan
· Mind
map/peta pikiran
· Flow
chart.
3.
Memori Episodik
Adalah memori yang berhubungan dengan
kemampuan mengingat fakta-fakta dan kejadian yang terjadi dalam suatu waktu
dalam tempat tertentu.
Kegiatan yang dapat melatih memori
episodik yaitu :
· Field
trip
· Mengundang
pembicara tamu
· Mengajar
dengan menggunakan kostum/pakaian yang aneh dan menarik
· Melakukan
praktek/ demonstrasi
· Membuat
model / peralatan/ alat peraga
· Menggunakan
papan buletin
· Peer
teaching (murid mengajar temannya)
· Role
play
· Simulasi
· Permainan
· Diskusi
· Drama
dan proyek
· Debat
· Mengganti
suasana/ tempat belajar
Source :
Adi w. Gunawan.2003.Genius Learning Strategy.PT: Gramedia
Pustaka Utama : Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar