Senin, 07 Januari 2013

MEMORI OTAK

MEMORI


          Kita memiliki lebih dari satu jenis memori. Masing-masing memori mempunyai mekanisme penyimpanan informasi yang unik dan terhubung satu sama lainnya. Pengaktifan satu jenis memori akan memicu memori lainnya.


1.      Memori jangka pendek (immediate memory)
     Berguna untuk menampung informasi yang masuk ke pikiran kita. Untuk menyimpan informasi di memori ini sangat singkat 15-30 detik. Memori ini hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara untuk informasi yang akan di olah. Namun, bila kita melakukan cukup banyak pengulangan (menggunakan informasi tersebut) kemungkinan besar informasi ini akan masuk ke memori kerja.
     Kapasitas memori jangka pendek sangat bergantung pada usia. Semakin tinggi usia, semakin besar kapasitas memori ini.

2.      Memori kerja (working memory)
     Memori ini terletak di lobus frontal, tepat di belakang kening kita. Jenis memori ini dapat menyimpan informasi selama mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam dan memberikan kita waktu yang cukup untuk bisa secara sadar memproses, melakukan refleksi, dan melaksanakan suatu kegiatan berfikir.
     Jenis memori ini yang sering digunakan oleh murid saat melakukan cara belajar  SKS atau Sistem Kebut Semalam.

3.      Memori jangka panjang
Memori jangka panjang adalah kemampuan untuk menyimpan informasi secara permanen untuk rentang waktu mulai dari beberapa bulan, tahun bahkan sampai seumur hidup.
Berbicara mengenai memori jangka panjang berarti kita berbicara mengenai peran satu bagian dari sistem limbic atau otak mamalia yaitu hippocampus. Hippocampus dikenal sebagai pintu-gerbang untuk memproses dan mengkonsolidasi semua memori kognitif. Hippocampusmenjalankan fungsi unik sebagai bagian otak yang memberikan “label” pada setiap fakta dan informasi yang nantinya akan disimpan dimemori jangka panjang kita.
4.      Memori Perantara
Saat informasi dikeluarkan dari memori jangka pendek dan memori kerja, karena telah selesai diproses dan tidak dibutuhkan lagi, kesannya adalah kita telah lupa dan informasi telah hilang. Sebenarnya informasi itu tidak hilang, informasi itu masuk kesuatu tempat penampungan sementara yaitu memori perantara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi seberapa kuat informasi ini akan disampaikan di memori jangka panjang yaitu :
1.      Elemen keselamatan hidup.
2.      Emosi
3.      Arti/ relevansi
4.      Masuk akal
5.      Rehearsal
6.      Waktu tidur.



Pengaruh pengalaman masa lalu terhadap memori =>
Pengalaman yang terakumulasi dari masa lampau hingga masa sekarang ini selalu akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran.apa yang kita ketahui akan berfungsi sebagai sebuah filter yang akan membantu kita untuk menentukan dan menaruh perhatian padasuatu informasi atau materi pelajaran yang  memiliki arti bagi diri kita (relevan) dan akan mengabaikan informasi yang tidak memiliki arti. Oleh sebab itu, arti/relevan sangat berpengaruh dalam menentukan apakah informasi dan keahlian itu akan dapat dipelajari dan disimpan di memori jangka panjang.

Rehearsal
Adalah suatu proses yang berulang dan berkelanjutan. Faktoryang penting yang harus diperhatikan dalam melakukan dan mengevaluasi rehearsal adalah :
1.    Jumlah waktu yang dialokasikan
2.    Jinis rehearsal yang dilakukan (hafalan/elaborasi)
·           Rehearsal Hafalan
Digunakan bila murid harus mengingat informasi dan menyimpannya sebagaimana saat informasi itu masuk ke memori kerja.
·         Rehearsal Elaborasi
Digunakan kita tidak harus menghafal informasi persis seperti apa adanya tetapi lebih kepada upaya untuk menghubungkan apa yang sedang dipelajari dengan apa yang telah diketahui. Strategi efektif untuk melakukan rehearsalelaborasi yaitu :
1.        Kata-kata sendiri
2.        Pilih dan catat
3.        Prediksi
4.        Pertanyaan
5.        Meringkas.

Jenis Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang terbagi atas dua bagian yaitu :
1.    Memori non deklaratif atau implisit
Terdiri :
1.        Memori prosedural
Memori ini merujuk kepada kemampuan mengingat cara melakukan sesuatu, kemampuan emosi prosedural membuat kita dapat melakukan lebih dari satu hal secara bersamaan. Contoh : kita dapat mengendarai mobil sambil berbicara menggunakan telepon.
     Kegiatan yang dapa dilakukan untuk melatih memori prosedural yaitu :
·           Melakukan stretchinng secara berkelompok
·           Meninjau ulang materi pelajaran sambil berjalan bersama seoranng partner
·           Sediakan waktu istirahat yang rutin bagi murid untuk minim air.
·           Melakukan brain gym.

2.    Memori keterampilan motorik
Semua aktivitas yang kita lakukan tanpa kita sadari bahwa aktivitas tersebut telah mengakses satu memori tertentu di otak yang kita kenal dengan nama memori keterampilan motorik.

3.    Memori emosional.
Memori ini dipengaruhi oleh emosi kita. Memori emosional dimulai dari amygdala bagian dari sistem limbic atau otak mamalia yang manangani emosi. Memori emosional merupakan memori yang paling kuat pengaruhnya, kita tidak mampu berfikir denngan benar bial emosi sudah terlibat. Jumlah serabut saraf yang keluar dari sistem limbic menuju ke otak neo cortex (otak berfikir) jauh lebih banyak dari  arah sebaliknya ini berarti emosi selalu lebih berkuasa dari pada logika.
Kegiatan yang dapat melatih memori emosional.
·      Melakukab perayaan bersama
·      Menggunakan musik
·      Mengajar dengan antusias
·      Membangkitkan rasa ingin tahu murid
·      Berbagi kisah sukses
·      Meminta murid melakukan presentasi
·      Afirmasi positif.
4.    Memori otomatis
Memori otomatis ini juga disimpan di otak kecil/cerebellum. Memori otomatis ini adalah jenis memori yang baru ditemukan dan sering disebut sebagai “conditioned response memory” atau memori yang terbentuk karena respons yang tekondisi.
Kegiatan yang melatih memori otomatis :
·      Menggunakan kartu flash
·      Bernyanyi
·      Menciptakan irama
·      Menggunakan musik
·      Berepuk tangan
·      Kartu indeks.

2.    Memori Jangka Panjang Deklaratif
1.    Memori sematik
Jenis memori ini diproses dibagian otak yang disebut hippocampus. Memori ini biasa juga disebut sebagai memori fakta karena memori ini menyimpan informasi yang dipelajari dari dat, fakta, kata-kata dan informasi yang bersifat teknis. Ada 2 cara untuk meningkatkan kinerja memori sematik yaitu :
1.             Relevansi
Maksudnya adalah apa guna informasi atau pengetahuan yang sedang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
2.             Penciptaan pola
Maksudnya adalah terbentuknya pola dari informasi yang dipelajari pada kesempatan terdahulu.
Kegiatan yang dapat melatih memori sematik :
·      Akronim/singkatan (mis : NASA, ASEAN ) akrostik (MEJIKUHIBINIU – warna pelangi)
·      Teknik memori yang menggunakan teknik Mnemonic
·      Sistem kait
·      Membuat jingle lagu
·      Menilis laporan
·      Mind map/peta pikiran
·      Flow chart.

3.             Memori Episodik
Adalah memori yang berhubungan dengan kemampuan mengingat fakta-fakta dan kejadian yang terjadi dalam suatu waktu dalam tempat tertentu.
Kegiatan yang dapat melatih memori episodik yaitu :
·      Field trip
·      Mengundang pembicara tamu
·      Mengajar dengan menggunakan kostum/pakaian yang aneh dan menarik
·      Melakukan praktek/ demonstrasi
·      Membuat model / peralatan/ alat peraga
·      Menggunakan papan buletin
·      Peer teaching (murid mengajar temannya)
·      Role play
·      Simulasi
·      Permainan
·      Diskusi
·      Drama dan proyek
·      Debat
·      Mengganti suasana/ tempat belajar

Source :
Adi w. Gunawan.2003.Genius Learning Strategy.PT: Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar